Thursday, October 23, 2014

Mistery Jokowi ---luar biasa--

Anak Tukang Kayu

Joko widodo, kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 akrab dipanggil Jokowi adalah anak seorang tukang kayu dimana dalam masa kecilnya pernah merasakan penggusuran dan ketidaknyamanan dari pemerintahan setempat, berkat bimbingan dan nasehat orang tuanya yang memberi semangat dan dorongan untuk tabah dan sabar maka terbentuklah karakter suka menolong yang lemah dan berusaha menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan, pendekatan persuasip beliaulah yang menjadi kunci keberhasilannya disayang dan diikuti oleh rakyatnya

Walikota SOLO:

Sebagai seorang sarjana kehutanan dan berasal dari keluarga tukang kayu beliau berhasil membawa kota Solo keajang internasional dan berhasil meraih "Green City" merubah kota Solo lebih indah, tertata apik dan pemindahan pedagang tanpa adanya kekerasan. 

Sederhana dan merakyat:

Ketika pedagang asongan dan kaki lima ditanya kenal dengan pak Jokowi umumnya menjawab : "tadi ada disini " jadi bukan hanya kenal tapi sangat dekat sekali dengan masyarakat, itulah sosok Jokowi dimata mereka.

Dimata Politik :

Lalu bagaimana karir politiknya juga lumayan untuk diperbincangkan, karena dari sudut rekan politiknya Jokowi memang sangat mapan sekali dan dikagumi sedangkan dari lawan politiknya Jokowi merupakan "batu sandungan yang sangat tajam" terlalu sulit untuk ditakhlukkan karena semakin dipojokkan maka semakin banyak yang mengaguminya, bahkan para lawan politiknya menggunakan berbagai cara termasuk fitnah, sara, money politik tapi semua kandas ditengah gejolak politik indonesia.

Pemerintahan :

- memulai karir dipemerintahan sebagai walikota solo tahun 2005 dengan kendaraan  politiknya parpol berlambangkan banteng PDI Perjuangan dan suksesinya dibuktikan pada pemilhan walikota periode 2010-2015 berhasil unggul meraih suara 90% sungguh menakjubkan dan sulit dipercaya namun kenyataan beliau memang dicintai dan disukai oeh rakyatnya, semua karena kesederhanaan dan kedekatannya dengan masyarakat dan didukung dengan ide cemerlang yang dituangkannya dalam bentuk realita "hanya untuk rakyat".
- Tidak sampai selesai peiode kedua sebagai walikota Solo, Jokowi  dinobatkan menjadi Gubernur DKI Jaya atas usungan partai Gerindra dan PDIP, sebagai orang nomor satu dikota terpadat di Indonesia ini Jokowi kembali membuat gebrakan yang mencengangkan dimana pembangunan Monorel dilanjutkan kembali, penambahan jumlah armada Busway TransJakarta yang banyak memicu polemik serta penggusuran penduduk tanpa  kekerasan. Duet Jokowi-Ahok memang sinergik karena perpaduan antara Algojo (dalam artian positip-red) dengan Ulama yang santun, masyarakat diberi pilihan melawan berarti berhadapan dengan hukum (Ahok) atau menurut akan menerima fasilitas negara dalam jangka tertentu(Jokowi). 
-Ditahun 2014 Jokowi kembali menorehkan kebesarannya, belum genap satu periode, atas desakan berbagai kelompok dan masyarakat mau tidak mau PDIP harus rela mengusung Jokowi ke panggung nomor 1 Indonesia yang biasanya menjadi hak ketua Umum partai. Disinipun Jokowi tidak melangkah dengan enaknya tapi menghadapi ujian yang cukup berat bahkan sampai ke tingkat MK, namun memang sudah takdir Jokowi harus jadi Presiden NKRI berdampingan dengan Jusup Kalla yang sudah berpengalaman sebagai Wakil Presiden
-Dalam penentuan kabinet sendiripun, Jokowi tidak kekurangan akal selain seleksi dari partai pengusungnya, Jokowi juga memanfaatkan kerjasama Lembaga negara KPK dan PPATK, 
dari sudut pandang "kesederhanaan" seakan-akan Jokowi mencari figur menteri yang bebas dari hukum, KKN, money loundry, namun dari sisi negatif ini bisa juga kiat membebaskan Jokowi dari tuntutan masyarakat jika sewaktu-waktu ada menteri yang melakukan kecurangan atau terjerat hukum.----luar biasa----


Dimata Media:

Jokowi merupakan sosok yang terbuka dan terkesan ceplas-ceplos serta tidak ada rekayasa dalam menjawab setiap pertanyaan media, sehingga tidak terlihat jarak antara Jokowi sebagai Presiden dengan media massa yang mengerubutinya ---- luar biasa-----

Istana Negara:

Kehadiran Jokowi di Istana Negara juga merubah tradisi "tertutup" bagi umum yang  selama ini berlaku berganti menjadi "rumah rakyat " yang terbuka, hal terlihat saat boongan/perpindahan Jokowi dari kantor Gubernur DKI Jaya ke Istana Negara, Jokowi membawa semua mantan staf dan krunya keliling istana serta melihat isi Istana Negara yang selama ini sangat misteri bagi umum.

Dimata Keluarga:

Jokowi adalah sosok ayah layaknya masyarakat pada umumnya bahkan karena tiada kebiasaan ulang tahun dalam keluarga,  Jokowi sampai lupa tanggal lahir anaknya (dalam wawancara salah satu media televisi indonesia).

Kesimpulan:
1. Kesederhanaan, kedekatan, kebapakan dan keterbukaan Jokowi adalah suatu hal yang positip bagi masyarakat namun bagaimana dengan sudut pengamanan kepala negara, protokoler apakah harus menurut kehendak Jokowi atau Jokowi yang mengikut , belum bisa dipastikan. 
2. Tapi yang jelas beban yang diemban Jokowi cukup berat karena harapan dan kepercayaan masyarakat sangat tinggi sekali untuk perbaikan masa depan bangsa.
3. Selamat bertugas Jokowi - JK sukses selalu , Tuhan memberkati.




No comments: